Sabtu, 20 Januari 2018

                   BROWNIES PUNYA CERITA

 Sejarah brownies ...cielah kue pun punya sejarah..yuk cuss qt bedah membedah sejarah kue kesukaan daku yg chueyyyyy n padat ini.

Kue bantat ini dari awal terciptanya sampai zaman yang modern sekarang ini. Kue jenis brownis dikenal sekitar akhir abad ke – 19 tepatnya pada tahun 1897 sejak tertulisnya resep brownis dalam Sears, Roebuck catalogue. Dari fakta sejarah menunjukkan ada beberapa versi cerita tentang awal mula terciptanya kue brownis ini. Dan sampai saat ini masih belum jelas kisah mana yang pasti yang merupakan awal pembuatan kue brownis ini. AWAL MULANYA PEMBUATAN KUE BROWNIES Dari cerita yang banyak beredar tentang asal usul brownies, konon awalnya ada seorang koki yang lupa memasukkan baking powder ke dalam adonan resep kue coklat. Sehingga setelah dipanggang, hasilnya kue coklat tidak mengembang (bantat). Tekstur kue coklat yang seharusnya tebal, lembut, dan berpori2, menjadi agak padat dan basah. Inilah cikal bakal kue brownies yang kita temukan sekarang. Nama ”brownies” diambil dari “the deep brown color of cookie”. Brownies punya ciri khas warna cokelat tua kehitaman. Cerita lain yang beredar tentang asal muasal kue coklat nan lezat ini, ada seorang pemuda pembuat kue yang sedang mengalami krisis keuangan. Dia mempunyai seorang teman yang setiap pagi akan menjualkan kue2 buatannya. Pada hari itu, pemuda berencana membuat kue coklat, dan dibelinyalah bahan2 untuk kue coklat. Semalaman ia berkutat untuk membuat kue coklat nan lezat seperti tertera dalam resep kue coklat itu. Dan baru selesai jam 4 pagi. Tapi pemuda tersebut sangat kecewa dengan hasil akhir kue coklatnya yang berbeda hasilnya dengan yang disebutkan di dalam resep. Uangnya pun sudah habis untuk modal membuat kue lainnya. Teman si pemuda datang pagi-pagi seperti biasanya, dan dia mengira kue coklat bantat yang telah jadi, adalah kue untuk dijualnya hari itu. Tanpa sepengetahuan pemuda, temannya tetap pergi menjual kue-kue tadi. Para pelanggan sangat surprise dengan kue coklat hari itu, mereka mengira kue tersebut adalah resep baru. Banyak yang memesan untuk keesokan harinya. Dan selamatlah pemuda tersebut dari kebangkrutan karena banyak yang memesan kuenya. Tidak hanya ada dua atau tiga cerita tentang asal usul brownies. Tapi bagaimanapun ceritanya, tentu tak akan mengurangi kesukaan kita untuk membuat atau mengkonsumsi brownies. Brownies diperkirakan berasal dari Amerika Serikat. Pertama kali dipublikaskan tahun 1897. Brownies dikenal sebagai cake panggang lembut berbentuk kotak yang kaya akan coklat. Lalu beberapa waktu kemudian resepnya dimodifikasi lagi dengan penambahan telur dan coklat batangan. Sekarang brownies sudah dimodifikasi menjadi bermacam-macam rasa dengan penambahan bahan-bahan seperti keju, strawberry, blueberry, kacang, kopi, dan lain-lain. Juga cara pembuatannya yang sekarang tidak hanya dibakar ate dioven, tetapi juga bisa dikukus, bahkan ada brownies yang tidak perlu dimasak sama sekali, karena bahan-bahannya sudah siap makan, seperti wafer dan kental manis.RESEP AWAL KUE BROWNIESResep awal brownies adalah berupa tepung, mentega, gula, telur, coklat yang telah dilelehkan, serta kacang almond. Hal ini menjadi satu hal yang pasti bahwa resep dasar brownies tidak pernah berubah sejak ratusan tahun lalu. Pada saat ini brownies telah mengalami banyak modifikasi dengan beragam aneka rasa tambahan seperti brownies keju, brownies pisang, blueberry, strawberry, kacang-kacangan, kopi, dan masih banyak lagi variasi brownies lainnya. Begitu pula dengan cara proses pembuatannya yang tidak hanya dipanggang, namun dapat pula dengan proses pengukusan yang dikenal dengan nama brownies kukus. Pada tahun 1904 resep brownies pertama kali muncul dalam buku memasak Home Cookery yang disebut Service Club Cook Book, dan pada tahun 1905 pada buku resep The Boston Globe serta pada tahun 1906 dalam buku resep The Boston Cooking School Cook Book yang ditulis oleh Fannie Merritt Farmer. Resep Fannie Merritt Farmer ini menghasilkan panganan yang relatif ringan dan seperti kue. Namun resep tersebut adalah resep untuk molasse, sebuah kue yang dipanggang dan jauh dari apa yang kita kenal sebagai brownies sekarang ini. Beberapa berpendapat kue ini mungkin berasal dari adonan kue coklat yang tidak diberi baking powder secara tidak sengaja sehingga kue coklat menjadi bantat. Resep yang kedua muncul pada tahun 1907 dalam buku panduan memasak Lowney’s Cook Book, yang ditulis oleh Maria Willett Howard dan diterbitkan oleh Walter M. Lowney Company di Boston, Massachusetts. Resep ini menambahkan lebih banyak telur dan cokelat batangan pada resep awal Fannie Merritt Farmer di atas, dan menghasilkan brownies yang kaya rasa dan manis. Resep ini dinamakan Bangor Brownies, hal ini mungkin karena resep tersebut diciptakan oleh seorang wanita di Bangor, Maine. Bangor Brownies ini kemudian menjadi salah satu snack dan cemilan yang sangat digemari pada beberapa tahun kemudian dan begitu populer di Amerika Utara hingga akhirnya menyebar pula ke daratan Eropa.

10 komentar:

  1. Dari kegagalan justru malah jadi keberuntungan baru, thats life yaaa. Inspiratif emang kisah brownies ini.

    BalasHapus
  2. oh..itu yah sejarah brownies.. hehhee, baru tau.., aq enggak suka bolu..tapi aq suka brownies....terima kasih yg sudah gagal membuat kue, dan menciptakan brownies

    BalasHapus
  3. Kue kesukaanku, meski bantat namun berasa coklatnya. Bronis aja bisa gagal tapi tetap manis, masa iya kita gagal terus nyerah gitu aja 😁

    BalasHapus
  4. Kegagalan tak selamanya menyisakan pahit..hihihi...
    Dari kegagalanlah kesuksesan itu bisa didapatkan..

    BalasHapus
  5. Ga pernah bosen banget sama kue yg satu ini. Ditemenin kopi hangat jd lebih nikmat

    BalasHapus
  6. Ga pernah bosen banget sama kue yg satu ini. Ditemenin kopi hangat jd lebih nikmat

    BalasHapus
  7. Makannya semangat. Bikinnya gagal terus mba.

    BalasHapus
  8. Hhhmm...baru saja kemarin bikin piss bro (pissang brownis) eehh..ternyata sekarang malah tahu asal usulnya. Menginspirasi banget & mengandung filosofi. Dibalik kegagalan tersembunyi hikma yg luar biasa :)

    BalasHapus
  9. aku suka banget ni sama brownies..apalagi yg krispi di luar lembut di dalam...jadi pengen hehe

    BalasHapus
  10. aku suka banget ni sama brownies..apalagi yg krispi di luar lembut di dalam...jadi pengen hehe

    BalasHapus